selamat datang untuk para penggemar kelinci

CCC:

Minggu, 29 Mei 2011

Virus Tikus – Leptospirosis

Leptospirosis adalah penyakit manusia dan hewan dari kuman dan disebabkan kuman Leptospira yang ditemukan dalam air seni dan sel-sel hewan yang terkena.

Gejalanya apa saja?

Gejala dini Leptospirosis umumnya adalah demam, sakit kepala parah, nyeri otot, merah, muntah dan mata merah. Aneka gejala ini bisa meniru gejala penyakit lain seperti selesma, jadi menyulitkan diagnosa. Malah ada penderita yang tidak mendapat semua gejala itu.

Ada penderita Leptospirosis yang lebih lanjut mendapat penyakit parah, termasuk penyakit Weil yakni kegagalan ginjal, sakit kuning (menguningnya kulit yang menandakan penyakit hati) dan perdarahan masuk ke kulit dan selaput lendir. Pembengkakan selaput otak atau Meningitis dan perdarahan di paru-paru pun dapat terjadi. Kebanyakan penderita yang sakit parah memerlukan rawat inap dan Leptospirosis yang parah malah ada kalanya merenggut nyawa.

Dampak jangka panjangnya apa?

Penyembuhan penyakit Leptospirosis ini bisa lambat. Ada yang mendapat sakit mirip kelelahan menahun selama berbulan-bulan. Ada pula yang lagi-lagi sakit kepala atau tertekan. Ada kalanya kuman ini bisa terus berada di dalam mata dan menyebabkan bengkak mata menahun.

Cara tersebarnya?

Kuman Leptospira biasanya memasuki tubuh lewat luka atau lecet kulit, dan kadang-kadang lewat selaput di dalam mulut, hidung dan mata. Berbagai jenis binatang bisa mengidap kuman Leptospira di dalam ginjalnya. Penyampaiannya bisa terjadi setelah tersentuh air kencing hewan itu atau tubuhnya. Tanah, lumpur atau air yang dicemari air kencing hewan pun dapat menjadi sumber infeksi.

Makan makanan atau minum air yang tercemar juga kadang-kadang menjadi penyebab penyampaiannya.

Binatang apa saja yang umumnya terkena?

Berbagai binatang menyusui bisa mengidap kuman Leptospira. Yang paling biasa adalah jenis tikus, anjing, binatang kandang dan asli, babi kandang maupun hutan, kuda, kucing dan domba. Binatang yang terkena mungkin sama sekali tak mendapat gejalanya atau sehat walafiat.

Siapa yang menghadapi bahaya?

Yang menghadapi bahaya adalah yang sering menyentuh binatang atau air, lumpur, tanah dan tanaman yang telah dicemari air kencing binatang. Beberapa pekerjaan memang lebih berbahaya misalnya pekerjaan petani, dokter hewan, karyawan pejagalan serta petani tebu dan pisang. Aneka kegemaran yang menyangkut sentuhan dengan air atau tanah yang tercemar pun bisa menularkan Leptospirosis misalnya berkemah, berkebun, berkelana di hutan, berakit di air berjeram dan olahraga air lainnya.

Caranya diagnosa?

Seorang dokter mungkin mencurigai Leptospirosis pada seorang yang bergejala, biasanya 1-2 minggu setelah terkena. Peneguhan penyakit ini biasanya dengan contoh darah yang akan menyatakan apakah terkena kuman ini. Untuk diagnosa

pada umumnya diperlukan 2 kali contoh darah selang 2 minggu. Ada kalanya kuman bisa dibiakkan dari darah, cairan tulang punggung ke otak dan air seni.

Pengobatannya ada?

Pada umumnya Leptospirosis diobati dengan antibiotika seperti doxycycline atau penicillin. Berhubung ujicobanya makan waktu dan penyakitnya mungkin parah, dokter mungkin mulai memberi antibiotika itu sebelum meneguhkannya dengan ujicoba. Pengobatan dengan antibiotika dianggap paling efektif jika dimulai dini.

Cara mencegah Leptospirosis bagaimana?

Yang pekerjaannya menyangkut binatang:

  • Tutupilah luka dan lecet dengan balut kedap air.
  • Pakailah pakaian pelindung misalnya sarung tangan, pelindung atau perisai mata, jubah kain dan sepatu bila menangani binatang yang mungkin terkena, terutama jika ada kemungkinan menyentuh air seninya.
  • Pakailah sarung tangan jika menangani ari-ari hewan, janinnya yang mati di dalam maupun digugurkan atau dagingnya.
  • Mandilah sesudah bekerja dan cucilah serta keringkan tangan sesudah menangani apa pun yang mungkin terkena.
  • Jangan makan atau merokok sambil menangani binatang yang mungkin terkena. Cuci dan keringkan tangan sebelum makan atau merokok.
  • Ikutilah anjuran dokter hewan kalau memberi vaksin kepada hewan.
  • Untuk yang lain:
  • Hindarkanlah berenang di dalam air yang mungkin dicemari dengan air seni binatang.
  • Tutupilah luka dan lecet dengan balut kedap air terutama sebelum bersentuhan dengan tanah, lumpur atau air yang mungkin dicemari air kencing binatang.
  • Pakailah sepatu bila keluar terutama jika tanahnya basah atau berlumpur.
  • Pakailah sarung tangan bila berkebun.
  • Halaulah binatang pengerikit dengan cara membersihkan dan menjauhkan sampah dan makanan dari perumahan.
  • Jangan memberi anjing jeroan mentah.
  • Cucilah tangan dengan sabun karena kuman Leptospira cepat mati oleh sabun, pembasmi kuman dan jika tangannya kering.

Jika sampai jatuh sakit, bagaimana?

Jika jatuh sakit dalam minggu-minggu setelah mungkin terkena air seni binatang atau berada di lingkungan tercemar, laporkanlah hal itu kepada dokter.

Apa orang bisa ketularan lebih dari sekali?

Karena terdapat banyak jenis kuman Leptospira yang berlainan, mungkin saja seorang terkena jenis yang lain dan mendapat Leptospirosis lagi.

Apa pengidap Leptospirosis bisa menulari orang lain?

Leptospirosis dapat ditularkan kepada orang lain misalnya penularan lewat kelamin atau air susu ibu, meskipun jarang. Kuman Leptospira dapat ditularkan lewat air seni selama berbulan-bulan setelah terkena.

Sumber: NSW Department of Health

Minggu, 10 April 2011

hewanku

Seperti kita ketahui bersama, bahwa peliharaan kita (kelinci) adalah merupakan hewan yang sangat rentan sekali terhadap penyakit. Pola makan yang salah, perubahan cuaca, lingkungan yang tidak bersih dan masih banyak lagi faktor penyebab yang dapat mengakibatkan si Kelinci sakit dan tidak jarang pula berakhir dengan kematian.  Tidak ada obat yang lebih mujarab untuk bisa menyelamatkan hewan kesayangan kita ini selain suatu tindakan yang dapat kita lakukan, yakni “tindakan pencegahan“.
Kali ini tulisan yang saya share adalah mengenai petunjuk dasar dan sederhana yang Saya yakin kita semua bisa lakukan.
Selamat membaca. Read the rest of this entry »
rabbits_4_small
Sesuai dengan judul tulisan diatas, adalah merupakan salah satu pertanyaan yang  sering kali dilontarkan oleh para pecinta/pemelihara kelinci. Dan pertanyaan kemudian yang menyusul adalah, setelah kelinci hamil bagaimana cara merawatnya?, termasuk merawat anak-anaknya. Read the rest of this entry »
kits-smallbytesMenyapih adalah merupakan proses belajar bagi kelinci kecil untuk hidup mandiri dan terlepas dari ketergantungan induknya. Sebetulnya proses penyapihan ini tidak perlu dilakukan secara manual karena secara otomatis si induk sendiri yang akan melakukannya jika dirasakannya secara insting bahwa anak-anak mereka sudah  dapat mempertahankan kehidupan mereka sendiri. Read the rest of this entry »
Para pengunjung Blog tercinta… coba amati dalam forum-forum kelinci di Indonesia, banyak sekali pertanyaan-pertanyaan seputar pemberian minum bagi kelinci dan berbagai macam pula jawaban yang diberikan.
Kali ini Saya akan coba bawakan topik untuk menanggapi pro dan kontra yang terjadi dalam masalah ini. Read the rest of this entry »
kelinci-kawinKelinci betina jenis ukuran kecil normalnya bisa dikawinkan pada usia 5 bulan dan yang jantan pada usia 6 bulan, kelinci betina jenis ukuran medium pada usia 6 bulan dan yang jantan usia 7 bulan, Kelinci betina jenis ukuran besar pada usia 8 bulan dan yang jantannya pada usia 9 bulan.
Adalah hal yang penting untuk memiliki indukan yang memiliki reputasi baik  jika Anda ingin mendapatkan keturunan kelinci yang baik pula. Read the rest of this entry »
Dear Netters pecinta kelinci,
Terdorong oleh salah satu komentar di Blog ini (Lexxa) dimana kelinci yang dibelinya ternyata tidak seperti yang dijanjikan oleh penjual-nya (katanya sepasang), tapi setelah ditunggu sampai besar ternyata laki-laki semua. Untung saja si Penjual mau bertanggung jawab dan menukarnya dengan jenis betina meskipun harus menunggu lagi untuk merawatnya hingga besar dan siap untuk dikawinkan.
Melalui media ini, Saya coba untuk memberikan informasi yang mungkin berguna Read the rest of this entry »
Mungkin selama ini para Rabbit lover sudah terbiasa mengangkat kelinci dengan mencengkram kedua telinga kelinci dan tampaknya tidak apa-apa. Great… You’re luck bahwa sampai sekarang kelinci tersebut tampaknya tidak masalah.
Setelah membaca tulisan dibawah ini, mungkin Anda sekalian bisa memperlakukan hewan kesayangannya ini dengan lebih hati-hati lagi. Read the rest of this entry »